Punya Modal Rp200 Jutaan? Begini Cara Membandingkan Pilihan Franchise
Modal sekitar Rp200 jutaan sudah membuka lebih banyak pilihan usaha dibandingkan konsep bisnis skala kecil.
Calon mitra dapat mulai mempertimbangkan bisnis makanan, minuman, coffee shop, rumah makan, hingga jasa dengan kebutuhan outlet yang lebih lengkap.
Namun semakin banyak pilihannya, semakin penting pula mengetahui cara membandingkannya.
Jangan memilih hanya berdasarkan harga paket.
Mulai dengan Menentukan Batas Modal
Misalnya Anda mempunyai dana Rp200 juta.
Sebelum mencari brand, tentukan apakah angka tersebut merupakan seluruh dana yang tersedia atau hanya dana untuk membeli paket kemitraan.
Jika Rp200 juta merupakan seluruh modal, sebagian dana sebaiknya tetap disiapkan untuk kebutuhan lain setelah paket dibeli.
Sewa, renovasi tambahan, deposit lokasi, karyawan, listrik, promosi pembukaan, serta modal kerja dapat menambah kebutuhan investasi.
Karena itu, jangan memilih paket tepat di batas kemampuan keuangan tanpa menghitung kebutuhan tambahan.
Rp200 Jutaan Bisa Masuk Kategori Apa?
Pada kisaran modal tersebut, pilihan bisnis bisa semakin beragam.
Kategori makanan dapat berupa konsep mie, rumah makan, atau makanan cepat saji. Kategori kopi dapat menawarkan pilihan coffee shop atau kedai dengan fasilitas lebih lengkap.
Ada pula kategori minuman dan bisnis jasa yang mempunyai karakter operasional berbeda.
Daripada membandingkan seluruh brand sekaligus, pilih dahulu dua atau tiga kategori yang paling masuk akal untuk kondisi Anda.
Bandingkan Berdasarkan Total Kebutuhan, Bukan Harga Paket
Dua franchise sama-sama menawarkan paket Rp150 juta, tetapi kebutuhan akhirnya belum tentu sama.
Brand pertama mungkin membutuhkan tempat lebih besar dan renovasi tambahan.
Brand kedua mungkin dapat menggunakan lokasi lebih kecil dengan kebutuhan operasional yang lebih sederhana.
Akibatnya, total dana yang dibutuhkan untuk membuka kedua outlet tersebut bisa berbeda cukup jauh.
Inilah alasan harga paket tidak bisa menjadi satu-satunya dasar perbandingan.
Sesuaikan dengan Lokasi
Jika sudah mempunyai lokasi, gunakan lokasi tersebut untuk mempersempit pilihan.
Ruko di dekat kampus, misalnya, mempunyai karakter berbeda dengan tempat usaha di kawasan perumahan.
Begitu juga lokasi di pinggir jalan utama mempunyai kebutuhan berbeda dengan outlet yang berada di dalam pusat perbelanjaan.
Perhatikan traffic, parkir, akses masuk, lingkungan sekitar, kompetitor, dan profil konsumen.
Brand sebaiknya mengikuti potensi lokasi, bukan sebaliknya.
Pertimbangkan Kerumitan Operasional
Tidak semua bisnis membutuhkan tingkat pengelolaan yang sama.
Rumah makan dapat membutuhkan lebih banyak karyawan, bahan baku, dapur, dan kontrol produksi.
Coffee shop mempunyai kebutuhan bar, mesin, bahan minuman, serta pelayanan pelanggan.
Sementara bisnis jasa seperti barbershop sangat bergantung pada ketersediaan dan kualitas tenaga kerja.
Pilih kategori yang sesuai dengan tingkat keterlibatan yang siap Anda jalankan.
Jangan Lupakan Modal Kerja
Outlet baru biasanya membutuhkan waktu untuk membangun pelanggan tetap.
Karena itu, calon mitra perlu mempunyai cadangan dana untuk menjaga operasional selama fase awal.
Modal kerja dapat digunakan untuk membayar biaya rutin ketika penjualan masih berkembang.
Memiliki cadangan operasional membuat keputusan bisnis lebih sehat dibandingkan menghabiskan seluruh dana sebelum outlet dibuka.
Jadi, Bagaimana Memulainya?
Jika mempunyai modal sekitar Rp200 jutaan, jangan langsung bertanya brand apa yang bisa dibeli.
Mulailah dengan tiga informasi: jumlah modal maksimal, kota atau lokasi pembukaan, dan kategori bisnis yang paling diminati.
Dari situ pilihan dapat dipersempit.
Klik Waralaba membantu calon mitra membandingkan pilihan franchise berdasarkan kisaran modal, kategori usaha, dan kota tujuan sebelum masuk ke pembahasan brand yang lebih spesifik.